Minggu, 14 April 2013

episode yang tak pernah lalu



Mengapa kalian slalu hadir dipelupuk matai ni
Menari disetiap ingatanku
Aku hanya insanbiasa yang mungkin tak akan memberikan sesuatu yang berharga
Tapi mengapa wajah wajah kalian selalu ada disetiap episode pada ingatanku
Apasalahku..? apa..?
Hingga tak adacelah bagiku untuk melupakan semua episode-episode itu…
Author: langitbiru

Bahasa kita


“Bahasa Arab” ketika kita medengar kata tersebut, pastilah “al quran “ yang tergambar dalam pikiran kita. Ya, bahasa yang digunakan al quran adalah bahasa Arab. Bahasa arab adalah bahasa yang memiliki keindahan dari segi tatabahasa dan makna. Haln ini bisa kita lihat dari al quran (berbahasa arab) yang menjadi mukjizat. Dan tak seorangpun yang bisa menandingi keindahannya. Ini karna al quran yang berbahasa arab itu datangnya dari Allah swt.  Allah berfirman dalam surat Yusuf ayat 2 yang artinya:
sesungguhnya kami menurunkannya berupa al-quran dengan bahasa Arab, agar kamumemahaminya”.
 Bisa juga dilihat dalam surat an- nahl ayat 103, tohaa ayat 113, asy-ayu’ara ayat 195, az- zumar ayat 28, asy-syura ayat 7, az zukhruf ayat 3, al ahqaf ayat 12.
 Al quran adalah kitab suci umat islam, ia merupakan pedoman hidup. Tidak hanya Al quran yang berbahasa Arab, juga Hadits dan kitab-kitab islamiyah yang sering dijadikan rujukan umat islam. maka tidak salah ketika ada yang berpendapat bahwa bahasa muslim adalah bahasa Arab.
Bukti lainnya, kita pernah mendengar bahwa islam pernah memimpin seluas dua per tiga bagian dunia. Bahasa apa yang mereka gunakan? Lagi-lagi bahasa Arab. Tidak bisa dipungkiri lagi, bahasa Arab adalah bahasa kita, ummat islam. bagi yang diberi kesempatan untuk mempelajari bahasa Arab, sudah seharusnyalah bersyukur. Karna itu akan menjadi bekal kita untuk memahami islam dengan baik. Bahasa Arab adalah bahasa yang paling banyak digunakan orang islam baik yang sudah mempelajarinya maupun belum, sedikitnya dalam sholat, shalawat, berdoa dan bentuk ibadah lainnya.
Tentunya motivasi yang ada dalam mempelajari bahasa arab bukan hanya karna bahasa yang paling banyak digunakan didunia. Niatkanlah untuk memahami islam dengan benar. Karna hanya dengan memahami islam dengan benarlah islam bisa bangkit kembali. 

mencari atau menuntut???



            “bip….” ponselku berbunyi sekali tanda ada pesan yang masuk. Akupun mencari arah dimana letak ponsel itu dan membaca apa isi pesan tersebut ternyata pesan dari salah-satu temanku. Hmm,,, pertanyaan yang menggelitik. Ucapku dalam hati setelah membacanya yang berbunyi, “apa ada perbedaan antara mencari ilmu dan menuntut ilmu?” pertanyaan ini sangat sederhana, namun karna keterbatasan ilmu, membuatku berpikir keras.
            “Mencari… menuntut…” gumamku dengan sangat pelan, aku harus mencari arti keduanya, dengan begitu aku dapat menemukan arti mencari ilmu dan menuntut ilmu. Segera kubuka kembali ponsel, kali ini bukan untuk membaca pesan tapi, untuk mencari arti kata dari keduanya. Googeling pun dimulai (hehe..)
Dalam kamus KBBI, ‘mencari’ artinya berusaha mendapatkan (menemukan, memperoleh). Sedangkan mencari ilmu berusaha mencari kepandaian dan pengetahuan. Segera kucari arti kata ‘menuntut’ yang aku temukan, artinya adalah meminta dng keras (setengah mengharuskan supaya dipenuhi). Mataku terus membaca sampai bawah teks isi kamus, dan apa yang aku cari ternyata ada. Aku menemukan kata ‘menuntut ilmu’ ternyata artinya ‘mencari ilmu’.
Dari sini, pasti kamu juga memiliki kesimpulan yang sama denganku, bahwa menuntut ilmu sama dengan mencari ilmu, iya khan…? Tapi, aku mencoba menepis kesimpulan itu. Bagaimana tidak, dalam bahasa Arab طلب العلم artinya memang mencari ilmu, namun kata طلب sendiri artinya menuntut dan kata mencari dalam bahasa Arab بحث nah, menuntut ‘ilmu’ memakai kata طلب bukan kata بحث  yang artinya lebih condong pada kata cari/mencari.
Hari terus berlalu, namun aku juga belum mendapatkan jawaban yang pasti. Dan “bip” ponselku berbunyi, satu pesan telah masuk.
‘ kita ketemu di salman ITB’
‘sip’ balasku. Ya itu pesan dari teman yang menanyakan tentang mencari dan menuntut. Sebelumnya kami memang sudah berencana untuk menghadiri acara yang ada disana. Disinilah masalah akan terpecahkan. Hehe…
Dalam angkot diperjalanan pulang….
“ah, ana belum dapet tentang mencari dan menuntut ilmu… gymana, anti udah nyari..?” tanyaku membuka obrolan. Angkot terus melaju menyusuri gelapnya jalan hanya diterangi lamu-lampu jalanan yang jaraknya lumayan tidak terlalu dekat dan cahaya dari mobil lain.
“oiy, waktu itu, ana hadir diacara seminar, Alhamdulillah dapt jawabannya. Jadi gini, mencari ilmu itu bisa didapatkan dari mana aja, guru, teman, bahkan lingkungan, hasil bacaan. Dll. Nah sedangkan kalo menuntut itu gini,,,” ia mencoba menjelaskan lebih detil. “kita belajar satu ilmu dari satu orang secara pribadi, sampai kita bisa dan menguasai ilmu yang dimiliki oleh orang yang kita gurui”
Akupun ber-ooohhh panjang :D. hmmm,, aku mulai berpikir, contoh jelasnya jika mencari ilmu itu seperti kita didalam kelas, yaitu ilmu didapatkan dari apa saja baik dari hasil diskusi dengan teman atau dosen, hasil pengamatan dan lain-lain. nah, jika menuntut seperti halnya kita ingin belajar bahasa arab (misalnya), kita belajarnya memalui satu guru, dan sampai kita bisa menguasai ilmunya. Ya,,, kurang lebih seperti itu..
Wa Allahu A’lam Bi As Showab



Kamis, 29 November 2012

aku bersyukur padaMu, namun aku juga malu padaMU


Tadi malam, alas tipis yang lebih seperti kardus menjadi alas tidurku di ruang terbuka, tanpa dinding yang menghalangi apalagi atap dan pintu. Dingin.. amat dingin,, beberapa orang dengan wajah yang keras berada didpanku lengkap dengan seragamnya seperti tentara yang biasa kulihat dan senjata apinya. Aku takut, namun sepertinya disekitarku tak ada oarng yang kukenal namun aku tahu, mereka senasib denganku.
Sangat susah untuk hanya bisa melepat lelah dengan istirahat sejenak, disini rasa takut, tidak nyaman dan jau dari ketenangan menjadi selimutku malam ini.
Langit begitu glap, tak ada gemintang yang tersenyum, juga taka da rembulan yang menyapa dengan sinarnya. “DOR..!!” senjata api yang ada ditangan merekapun berteriak keras, siap menghantap siapa saja yang dikehendaki tak peduli apa dan siapa yang menjadi korbannya. Aku tak bisa tidur meski hanya beberapa detik, bayangkan teman.., mereka ada dihadapanku siap dengan senjata apinya,,,
Beberapa menit kemudian, ditengah ketakutanku yang mendalam… “DOR..!” satu peluru menancap tubuhku,, sakit,, sangat sakit,, hingga membuatku lemah,,, ingin aku berteriak keras untuk meminta tolong,, setidaknya ada orang yang mau memapahku berjalan atau bahkan berlari menjauhi orang-orang yang berdenjata itu. Namun mulut ini hanya bisa terdiam,, karna aku takut mereka akan menghantamku lebih keras lagi jika aku berteriak dan meminta tolong. Terlebih siapa yang akan menolongku,,? Toh orang-orang yang disekitarkupun saling menjauh dan sibuk menyelamatkan diri.
Ditengah kesakitan akibat peluru itu, tiba-tiba,, “DOR…!” belum sempat aku melangkah.., satu peluru dengn mudahnya mengenai tubuhku lagi.  Aku tak sanggup menahan rasa sakit ini, tubuhkupun lunglai dan terjatuh. Rasanya aku tidak pernah mengalami kekejaman seperti ini, entah karna apa orang-orang yang bersenjata itu terus melukai orang yang kukenal sebagai penduduk asli tempat yang aku diami.
Aku menyaksikan mereka dengan tubuh yang penuh dengan peluru ini, mengusir semua orang dari rumahnya. Dan tidak melakukan tindakan yang serupa dengan apa yang mereka lakukan terhadapku,,,,
…………..
Akupun terjaga dari tidurku, “astaghfirullah” ucapku dengan perasaan takut.., sakit yang kurasa tadi, kini telah lenyap dan peluru itupun tidak ada. Ya,, kau benar teman,, tadi adalah mimpi burukku…
Sejenak aku merenungi apa isi mimpiku tadi.., aku ingat, sekarang ini,, dimedia cetak, televise, jejaring social, dan lain sedang memperbincangkan gaza.., ya,, mereka saudara-saudaraku mengalami hal yang serupa dengan mimpiku itu. Aku bersyukur, karna itu hanya mimpi tidurku,, namun masalahnya bukan itu,,,, saudaraku yang ada di gaza sana mengalaminya dialam nyata,,, bukan di alam mimpi seperti yang aku alami,,,
Rabb.., aku malu padaMu,,, saudaraku disana tak bisa bernafas dengan lega meski satu detik. Namun,,, aku yang setiap hari memiliki waktu luang yang tak sedikit hanya dipakai hal-hal yang tak berguna.
Aku juga malu padaMu Rabb,, karna kadang diri ini lupa (baca: cuek) dengan saudaraku yang disana,, bahkan hanya mengirim doapun kadang aku lupa…,
Maafkan aku Yaa,, Rabb,, ampuni aku,,,
Selamatkan saudara-saudaraku yang disana Rabb,, kuatkan mereka dalam menghadapi sang pemberontak,,, dan semoga mereka cepat terbebas dari bantaian yahudi… aku tahu dan aku yakin.., saudaraku disana akan terbebas dan akan merasakn kedamaian dan keselamatan jika kami (baca: muslim) bersatu untuk melawan musuh-musuhMu…


Sabtu, 10 November 2012

Hal yang paling sulit

malam itu, aku dan teman-teman berkumpul di tengah asrama. ya,,, bagi kami ketka itu, asrama tidak hanya menjadi kamar untuk tidur, kadang,, kami menggunakannya ruangan olahraga untuk senam atau main bulu tangkis, tempat belajar, tempat diadakannya acara-acara lomba yang selalu datang tiap tahun,,, dan malam itu,, kami menggunakannya tempat berkumpul untuk mendengarkan kata-kata bijak yang disampaikan oleh wali asrama kami,,, hanya suara jangkrik yang mengiringi kata-katanya,,,
"anak-anakku..."
sapanya setelah kami diam dan siap untuk mendengarkan. sapaannya selalu membuat kami rindu akan sapaan seorang ibu,,,
"apakah kalian tahu, apa yang paling sulit didunia ini..?"
jawabanpun keluar dari setiapsudut ruangan,,
"menghafal al quran"
"menggapai mimpi"
"mendapatkan nilai yang bagus pada pelajaran matematika"
"berbicara didepan umum"
"berbicara bahasa  inggris" (karna memang, percakapan kami sehari-hari disana wajib menggunakan b. arab & inggris, bagi kami b. inggris lebih sulit diucapkannya ketimbang dengan b. arab)
" menghafal muhadoroh" (menghafal pidato)
"menjadi orang sukses"
......
......
......
dengan penuh kesamaran dan kasih sayang,, wali asrama kamipun mendengarkan setiap jawaban-jawaban itu, dan ketika sudah tidak ada lagi lontaran jawaban dari kami, beliau kembali berkata.
" anak-anaku,,, hal yang paling sulit didunia ini adalah menjadi orang yang baik"
kulihat beberapa temanku menganggukan kepalanya, tanda kesetujuannya.
karna sudah hampir 8 tahun kebelakang kejadiannya, aku tidak ingat betul dengan penjelasan detailnya.
namun, aku sedikit merenungi kata-kata itu, " hal yang paling sulit didunia ini adalah menjadi orang yang baik". betapa tidak, ketika kita akan berbuat baik, ada banyak halangan dan rintangan. dimana syaithan akan terus membisikan bujukan busuknya agar kita mengurungkan niat baik kita. keyika kita sedang berbuat baik, syaithan akan kembali berbisik "kamu sedang berbuat baik, sepertinya harus ada orang yang melihatmu agar ada yang tahu bahwa kamu sedang berbuat baik". dan ketika kita telah berbuat baik, maka syaithan akan berbisik "sepertinya hanya kamu yang berbuat baik didunia ini, lihat saja temanmu hanya sibuk dengan pekerjaan yang tidak bermanfa'at, ya, kamu baik, kamu hebat"
tanpa disadari,, jika kita lemah iman, bisikan-bisikan itu akan membuat kita ria dan sombong. maka tak mudah menjadi orang yang baik, dan jangan sampai kita terperosok karna kebaikan yang perbah kita perbuat, nau'dzhu billahi min dzaalik...
namun bukan berarti kita dilarang menjadi orang baik, atau kita tidak boleh menjadi orang baik karna akan menjerumuskan kita. justru kita akan mulia dihadapan Allah dengan menjadi orang yang baik, karna orang yang baik adalah orang yang selalu berbuat dengan ridhaNya, taat kepada syariat yang telah dibuatNya. dan semua itu tidak akan tercapai kecuali dengan iman.
semoga kita menjadi orang baik yang selalu dalam RidhaNya,, amin ya Rabbal 'alamin
(wa Allahu 'alam bi as showab,,, ).